Sebuah Catatan, Teruntuk Orang yang Sama yang Akan Membaca Pesan Ini di Masa Depan






“Kita sama-sama tahu, kamu dan aku adalah dua hal dalam refleksi yang sama yang akan bangga atau sedih membaca surat ini dimasa depan.”
Lima tahun dari sekarang, kamu dan aku adalah individu yang jelas berbeda. Rupamu tak sama dengan rupaku. Isi dompetmu mungkin tak hanya sekedar KTP, 2 lembar uang dua puluhan atau setumpuk nota belanja.
Ambisimu? Oh iya, ambisimu mungkin tak lagi sama seperti aku yang hanya memikirkan tentang bagaimana bisa jajan atau memutar otak agar bisa kumpul bareng sama temen seharian.
sahaya-1-20099cf85011f79af94dbfa303b8f718.jpgSumber Gambar: obaldenno.org
Lima tahun dari sekarang memang bukanlah waktu yang singkat, tapi bukan juga waktu yang lama. Toh berapapun umur kita saat ini, kita masih sering mengeluhkan masa SD kita yang sangat cepat berlalu, kan? Begitu pula dengan aku saat menulis pesan untukmu saat ini.
Ada sedikit perasaan bangga, membayangkan hal besar apa yang akan kau capai 5 tahun mendatang. Ada pula perasaan khawatir, menduga bahwa harapanmu dan citamu mungkin tak akan berbanding lurus dengan apa yang saat ini engkau harapkan.
Tapi sebagai pengingat saat lima tahun lagi kamu akan membaca ini, kutitipkan beberapa hal yang saat ini aku harapkan, akan mampu engkau capai di lima tahun dari sekarang.

Untukmu, apapun yang kamu lakukan, kumohon jadilah seseorang yang membuat aku bangga pernah menyarankan pesan ini, 5 tahun yang lalu

sahaya-2-ed8b928ed1cbe9a6bfef6d1994fc36a0.pngSumber Gambar: muctim.com.vn
Lima tahun dari sekarang, hal paling wajar saat menemuimu lagi adalah menanyakan kabarmu. Aku menyayangimu sama seperti aku menyayangi diriku sendiri. Dan seingatku, lima tahun yang lalu aku sangat puas dengan keadaanku.
Begitu pula harapanku ke kamu, aku sangat mengharapkan engkau mampu berada pada kabar yang baik, kesehatan yang baik, pekerjaan baik, dan lingkungan yang baik pula. Aku tahu kau adalah orang yang cukup tegar, karena aku pun demikian.
Aku percaya dengan ambisimu sepercaya aku dengan ambisiku saat ini. Tapi seperti aku yang sejak SD sampai sekarang sudah beganti cita-cita lebih dari 3 kali. Kurasa-rasa, kamu juga sama. Harapanmu 5 tahun yang lalu mungkin saja akan berbeda dengan pekerjaan yang sedang kamu jalani saat ini.
Aku tidak akan men-judge pekerjaanmu, karena apapun itu, kamu tahu yang terbaik untukmu. Tapi sebagai orang yang harus kau dengarkan, aku juga tidak bisa melihatmu mempunyai pekerjaan yang tak baik untukmu.

Aku rewel, kejam dan akan memaksamu menjadi versi terbaik 5 tahun yang akan datang. Dan aku? aku mengharapkanmu tidak menyia-nyiakan waktu 5 untuk sekedar berjalan tanpa tujuan dan keinginan yang membanggakan.
“Katamu kau ingin mati dengan bangga, ‘kan?”

Kedua, ingin sekali ku tanyakan kabar. Bukan lagi kabarmu, tapi keluargamu

sahaya-3-ac49e95587894fb305e76b1db5e3da60.jpgSumber Gambar: justjennarose.pazoo.com
Aku selalu merasa manusia yang baik, akan menjadi semakin baik jika berada pada lingkungan yang baik. Dan seperti pelajaran SD terdahulu, lingkungan pertama yang dikenal anak saat pertama kali di dunia adalah keluarganya.
Aku paham kondisi keluargamu. Terima kasih kepada Tuhan yang sudah melahirkanmu ditengah tengah keluarga yang sederhana tapi luar biasa. Luar biasa untuk mampu membesarkan manusia bandel kayak kamu.
Saat kamu sudah besar nanti, semoga saja keberhasilanmu tak lantas membuatmu lupa atas siapa yang telah memohonkannya untukmu. Bukankah, namamu lah yang disebut disetiap doa beliau?
Jadi kumohon, apapun yang terjadi, saat kamu sibuk bekerja, kamu harus sadar bahwa malaikatmu itu juga semakin sibuk menua. Semoga saja 5 tahun dari sekarang, kamu adalah orang yang sama yang meminum teh dipagi hari bersama mereka.

Terakhir dari harapanku untukmu terhitung hari ini…

sahaya-4-f4e461058e4c90a08f1144ac88fa35ae.jpgSumber Gambar: bethhamiltonphoto.com
Semoga saja engkau menjadi pribadi yang baik. Aku tahu kamu dan segala kekurangmu. Manusia tidak bisa memilih warna mereka saat mereka lahir didunia. Tapi Tuhan sangatlah adil memberikan otak yang bekerja dan hati yang merasa.
Lima tahun dari sekarang, semoga kau menggunakan dua rahmat itu dengan sebaik-baiknya. Kita sama-sama tahu bahwa hidup cuma sekali. Jadi, jadilah versi yang akan membuat aku bangga, pernah berpengharapan besar padamu, 5 tahun yang lalu.
Lima tahun dari sekarang, semoga kau dan aku bisa dipertemukan dalam suasana hati yang sama, dan masih saling bangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

(Y)

Posting Komentar